Kamis, 20 Juni 2019

Tugas 3 ( Managemen Layanan Sistem Informasi)

3.1 Sebutkan dan Jelaskan Standar Oprasional Managemen IT untuk Administrator Aplikasi 
SOP biasanya terdiri dari manfaat, metode penulisan prosedur, kapan dibuat atau di revisi, dan dilengkap dengan bagan flowchart di bagian akhirnya.
Definisi Administrator
Definisi Sistem Administrator adalah seseorang yang bekerja untuk memelihara dan mengoperasikan sebuah sistem komputer atau jaringan yang berjalan setiap harinya disebuah organisasi/perusahaan. Seorang sistem administrator bisa menyelesaikan segala jenis persoalan mengenai komputer yang tentunya pengetahuannya diatas rata-rata. Seorang technical support yang bertanggung jawab penuh tentang sistem komputer, tugas utamanya adalah memastikan sistem tetap berjalan lancar dalam memberikan pelayanan kepada penggunanya.
Tugas seorang administrator adalah:
1.    Meng-install software dan hardware baru
2.    Mendukung dan memelihara server atau sistem komputer lainnya
3.    Merencanakan servis sistem yang masanya sudah habis atau tidak layak lagi
4.    Menambah user baru
5.    Konfigurasi hak akses
6.    Upgrade software
7.    Memberikan solusi setiap masalah yang ada
8.    Melakukan proses monitoring terhadap space harddisk dan melakukan backup  file-file atau direktori yang penting
IT Standard Operating Procedure merupakan sebuah panduan administrasi untuk professional yang bekerja di bidang teknologi informasi dan semua pekerjaan IT yang nantinya akan di administrasikan, hasilnya dianalisa dan dijadikan referensi bagi perusahaan tersebut.
System Administrator (SA) / Computer Operation Group
Mengatur, mengawasi, dan mengkonfigurasi seluruh Server dan System Software yang membentuk sebuah infrastruktur dimana terdapat aplikasi dan data perusahaan. Sistem ini termasuk email server, web/FTP server, print server, development, test, and production server. Setiap server mungkin berdasarkan pada teknologi yang berbeda tergantung pada standar perusahaan.
Tugas-tugas seorang System Administrator antara lain instalasi/perawatan/upgrade peralatan/sistem operasi/aplikasi, perencanaan kapasitas, backup, user profile management, dan keamanan sistem. Keseluruhan tugas ini membutuhkan pengetahuan yang sangat mendalam.
Sistem administrator secara proaktif mengatur sistem server untuk mengurangi masalah yang dapat muncul saat jam kerja ataupun hacking. Sistem administrator juga harus melacak utilisasi server, mengantisipasi dengan menambah kapasitas bila frekuensi penggunaan mendekati batas kemampuan server. Sistem administrator umumnya mempunyai pekerjaan yang berat karena mereka harus tersedia saat jam kerja dan harus merawat server di luar jam kantor.
Jadwal perawatan dan upgrade harus dengan hati-hati dikoordinasikan dengan unit bisnis yang lain. Bila diabaikan, bisa-bisa user akan kesulitan untuk akses ke server, karena itu setiap ada perawatan harus di brodcast / share pengumuman maintenance server ke semua user.
Sistem administrator juga harus berkoordinasi pada saat memperkenalkan sebuah teknologi baru pada sistem perusahaan. Sistem administrator harus dengan sangat hati-hati melakukan uji coba sistem baru dan memperhatikan aspek pelatihan dan pengalaman. Langkah-langkah ini diperlukan agar sistem baru tidak mengganggu sistem lama. Hal yang sama juga dilakukan bila sistem administrator harus mengupgrade sistem.
Memberikan dukungan pada hardware dan software server adalah sebuah pekerjaan yang kompleks serta membutuhkan keahlian khusus. Umumnya divisi IT selalu mempunyai orang-orang ahli tertentu yang bertanggung jawab mengatur sebuah aspek dari infrastruktur servernya. Sebaiknya sebelum perusahaan memperkenalkan platform baru, biaya tenaga ahli dimasukkan dalam perhitungan. Sebuah platform standar harus dibuat untuk jenis server yang ada dan mengurangi biaya tenaga ahli.
3.2 Sebutkan dan Jelaskan Standar Oprasional Managemen IT untuk User atau Oprator Apk
SOP operator IT adalah operator yang bertanggung jawab dalam semua peralatan yang ada dalam sistem komputerisasi IT. Selain itu juga bisa menonfungsikan peralatan bila tidak dipergunakan, mencatat tentang pelaksanaan jadwal kegiatan penggunaan komputer, bertanggung jawab penuh atas kebersihan lingkungan kerja dan membantu permasalahan menyelesaikan yang ada pada sistem komputerisasi IT.
Prosedur dengan mempelajari pedoman kerja dan melaksanakan tugas yang diberikan, menyiapkan sarana prasarana yang diperlukan, melaporkan pada bagian helpdesk bila perangkat yang dipakainya bermasalah, menjaga dan merawat semua barang komputerisasi IT.
Syarat dan sertifikasi operator
Untuk sekedar menjadi staff komputer yang bertugas untuk mengoperasikan komputer tidak diperlukan sertifikasi, namun lebih membutuhkan pelatihan (saat kami menyusun tugas banyak di Google ditawarkan macam – macam pelatihan bagi staff operator komputer). Tapi untuk sertifiikasi staff komputer sendiri juga ada. Salah satu lembaga yang menawarkan sertifikasi untuk staff komputer itu adalah LSP Telematika. Syarat, ketentuan, jenis sertifikasi ada di dalam link yang kami berikan dibawah. Namun ada pula, Sertifikasi Oracle, berkaitan dengan tugas data entry operator.
Organisasi profesi dan kode etik operator
Untuk organisasi profesi khusus operator komputer di Indonesia sendiri masih belum ada. Untuk kode etik sendiri juga masih berdasar standar kompetensi operator yang dikeluarkan oleh Batlibang Kominfo.
Kode Etik Umum
1.    Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer.
2.    Sopan terhadap pelanggan, ingat pepatah “pembeli adalah raja”. Palanggan juga pembeli, jadi pelayanan harus nomor 1. Jangan sampai pelanggan kabur hanya gara-gara operatornya tidak ramah, jadi untuk para operator  harus menjaga kesopanan dan berusahalah mengenal pelanggan lebih dekat. Dengan begini pelanggan akan lebih royal.
3.    Harus ontime dan disiplin.
4.    Izin tidak masuk, kalau ingin izin harus memberi tahu, surat menyusul tidak masalah.
5.    Profesionalisme bagian kerja, job desc, tidak mencampur adukan masalah pribadi ke pekerjaan.
6.    Menghormati dan menaati segala peraturan yang diatur.
Kode Etik Sebagai Data Entry Operator
1.    Seorang data entry operator harus menguasai ilmu secara mendalam di bidangnya.
2.    Seorang data entry operator harus mampu mengkonvensi ilmu menjadi ketrampilan.
3.    Seorang data entry operator harus menjunjung tinggi etika dan intergritas profesi.
4.    Seorang data entry operator harus bertanggung jawab dalm menjalankan tugas seorang data entry.
5.    Seorang data entry operator harus menguasai materi yang diberikan dan menyeleksi yang akan diinput.


3.3 Jelaskan secara singkat dan berikan Contoh bagaimana menggunakan Layanan SI yang efektif dan cepat tanggap terhadap permasalah Apk yang digunakan oleh user
Penerapan End User Computing
Dibutuhkan pemahaman mengenai teknologi sistem informasi oleh pengembang yang akan melakukan pengembangan sistem sendiri. Jadi tidak akan efektif jika pengembang sistem tidak memiliki pemahaman tentang teknologi sistem informasi yang cukup, karena hal ini dipaksakan sudah bisa dipastikan tidak akan berhasil.
Beberapa tahap agar penerapan layanan Sistem Informasi berjalan efektif :
1. Tahap inisiasi (initiation)
Yaitu tahap dimana organisasi (perusahaan) mulai pertama kali mngenal teknologi informasi. Memang secara umum perusahaan yang ada sudah melewati masa ini, meskipun masih ada juga beberapa yang masih dalam proses tahapan inisiasi ini.
2. Tahap ketularan (contagion) 
Yaitu tahap dimana organisasi (perusahaan) sudah mulai banyak yang menggunakan teknologi informasi meskipun ini dilakukan atau tidak terlalu mempertimbangkan untung ruginya dari penggunaan teknologi informasi ini. Artinya aspek keuntungan (benefit) dan biaya (cost) benar-benar dikesampingkan tetapi hanya meniru beberapa perusahaan yang menjadi pesaing (competiter). 
3. Tahap kendali (control)
Pada tahap ini organisasi (perusahaan) sudah mulai selektif di dalam penggunaan teknologi informasi. Ada hal yang dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan penggunaan teknologi informasi seperti pertimbangan untung rugi (cost & benefit). Artinya bila ada individu atau suatu unit di dalam organisasi (perusahaan) membutuhkan teknologi informasi, bagian pengadaan akan melakukan evaluasi dulu biaya yang dikeluarkan serta keuntungan yang nantinya akan didapat dengan penggunaan teknologi informasi.
 4. Tahap matang (mature)
Pada tahap ini organisasi (perusahaan) menggunakan teknologi informasi tidak hanya mempertimbangakan keuntungan (benefit) yang akan didapatkan serta berapa biaya (cost) yang harus dikeluarkan tetapi lebih dari itu bagaimana teknologi informasi yang digunakan dapat dijadikan sebagai alat keunggulan di dalam bersaing (competitive advantage).

3.4 Metode-metode apa yang anda gunakan untuk menjaga server agar performanya tetap baik dan stabil 
Seperti yang sudah kita ketahui, sebuah jaringan komputer terdiri dari beberapa perangkat penting yang tersusun di dalamnya. Salah satunya adalah komputer server. Bahkan bisa dikatakan bahwa komputer server merupakan perangkat terpenting yang ada dalam sebuah jaringan komputer. Hal ini jelas karena komputer server memiliki fungsi yang luar biasa untuk mengatur seluruh aktivitas pada jaringan tersebut. Komputer server berkerja sangat aktif dalam menghubungkan seluruh perangkat yang ada di dalam jaringan, khususnya komputer klien. Komputer server dijadikan sebagai pusat pengendali dalam sebuah jaringan komputer.
Mengapa begitu? Tentu karena komputer server merupakan sumber dari segala aktivitas yang bisa diakses oleh semua komputer klien. Dengan adanya komputer server, maka aktivitas yang bisa dilakukan oleh komputer lainnya pun akan berjalan dengan baik dan lancar. Maka dari itu, sangat diperlukan perawatan yang tepat untuk menjaga komputer server supaya bisa bertahan lama dan terhindar dari kerusakan serta sesuatu yang tidak diinginkan lainnya.
Ada tiga cara efektif yang bisa anda lakukan untuk merawat komputer server
1. Rutin melakukan pembersihan seluruh bagian perangkat keras pada komputer server tersebut.
Mengapa demikian? Karena komputer server biasanya berkerja non stop sehingga bisa dipastikan bahwa ada banyak debu yang menempel pada beberapa bagian perangkat komputer. Perangkat yang pasti mengalaminya yaitu power supply.
Kerja komputer server yang tidak ada hentinya membuat penumpukan debu di kipas power supply, semakin tebal dan suatu saat nanti akan mengganggu kinerja komputer server jika tidak segera dibersihkan. Tumpukan debu tersebut akan menghambat pergerakan dari kipas dan kemudian suhu di dalamnya pun tidak terkendali. Bisa menyebabkan kerja komputer menjadi tidak stabil karena panasnya terlalu berlebih. Jadi sangat dianjurkan untuk membersihkan seluruh bagian perangkat komputer server secara rutin, minimal sebulan sekali.
2. Pengecekan perangkat lunak, ini juga tak kalah penting untuk dirawat.
Karena perangkat keras tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya perangkat lunak. Sehingga cara merawat komputer server yang kedua adalah dengan rutin memperhatikan beberapa komponen tersebut. software pendukung dalam jaringan. Salah satu yang paling penting yaitu software antivirus. Caranya adalah dengan mengupdate secara berkala sesuai dengan software yang digunakan.
3. Dengan melakukan backup data dan defragment file minimal seminggu sekali.
Hal ini ditujukan supaya komputer server semakin terawat dan meminimalisir kekhawatiran akan kehilangan data yang diperlukan. Itulah ketiga cara merawat komputer server yang efektif supaya bisa bertahan lama dan selalu berkerja dengan baik. Namun ternyata bukan hanya komputer server saja yang harus dirawat untuk menjaga ketahanannya, melainkan seluruh perangkat yang ada pada jaringan komputer tersebut juga haruslah dirawat. Kerusakan pada komputer klien memang tidak akan mempengaruhi kinerja komputer lainnya, namun komputer-komputer klien tersebut juga harus dirawat dengan cara yang sama seperti perawatan terhadap komputer server. Tentu supaya semua komputer bisa berkerja lebih maksimal dan tahan lama.
Selain itu, perawatan terhadap perangkat jaringan seperti kabel LAN dan switch hub juga wajib dilakukan supaya jaringan komputer yang terbangun selalu terhubung dan dapat beraktivitas dengan lancar. Dan itulah tiga cara merawat komputer server beserta perangkat dalam jaringan yang harus dilakukan supaya jaringan komputer dapat berkerja sesuai dengan mestinya dan mampu bertahan lama.
  Sumber :



Selasa, 23 April 2019

Conversation and Question

Practice Present Perfect Tense

    I have bought a new car.
    My sister has started a new job this week.
    She has already submitted her paper.
    They have not got a baby girl yet.
    You have never told me about your girlfriend.
    Julia has not finished her Science project.
    My students have not been lazy this semester.
    Have you forgotten your lunch box?
    Who has gone to the bookstore?
    Why has a car stopped in front of you?
    We have not been to Australia.
    Has the weather been warm lately?  


Practice Present Continuous Tense

    She is writing a novel.
    Alice is going to Singapore.
    Benny isn’t calling me.
    The cat is playing with the dog.
    Is she sleeping right now?
    Are we building our dream house this year?
    Suzy and Anthony are visiting our house.
    They aren’t swimming on Wednesday.
    I’m always losing my pen.
    Am I playing a computer right now?

P : Hello vi, how are you ? 
V : Marvellous, and you ? 
P : Excellent, do you have planning for next weekend ? 
V : I haven't. Why ? 
P : I wanna invite you going to pahawang island. Are you wanna come along ? (Present Tense)
V : oh really ? Its was amazing 
P : yeeaahhh, i think that's a good experiencet
V : how long we going on the trip ? 
P : hmmm, 3 days, i think 
V : that's good, what time we will go ? (Future Tense)
P : we will go at 06.00 am, we must go in early morning, because if we leave after 06.00 a.m so many traffic jam. (Future Tense)(past tense)
V : oh, i see, okah then, by the ways i need my camera, last week you borrowed right ? (Present perfect tense ) 
P : yeah, , i want to return your camera that i borrowed last week. (Present perfect tense)
V : so, i want join with you to pahawang island, 
P : oh that's nice, what are you doing right now ?
V : i'm waiting someone, (present continous tense) 
P : okey, see you next time.
V : see you.

Jumat, 12 April 2019

Tugas 2 Management Layanan Sistem Informasi


2.1 Apa yang anda ketahui tentang information technology infrastructure Library / Pustaka Infrastuktury Teknology Informasi dan berikan contoh nya

  ITIL atau (Information Technology Infrastructure Library) adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan serta operasi teknologi informasi (TI). Nama ITIL diterbitkan dalam suatu rangakaian buku yang masing-masing membahas suatu topic pengelolaan TI. Nama ITIL dan TI Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.
ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktek TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat di sesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.

2.2 Sebutkan dan Jelaskan Komponen dari ITIL (Information Technology Infrastructure Library) dan berikan contohnya
Service Support
Service support membahas tentang proses dan komponen dalam operasional IT sehari hari seperti Incident Management, Problem Management, Change Management, Configuration Management dan Release Management. Pada dasarnya service support menjelaskan proses support dari IT untuk operasional sehari-hari, bagaimana cara menangani suatu incident sebelum akhirnya masuk ke dalam problem management. Setiap komponen dari proses pada IT service management mempunyai peran masing-masing diantaranya adalah :

Service desk sebagai single point of contact.
Release Management dalam melakukan testing suatu teknologi baru sebelum diimplementasi.
Build knowledge based untuk membantu mempercepat penyelesaian suatu incident.

Service Delivery
Komponen-komponen dari Service Delivery ini adalah Financial Management for IT Services, Availability Management, Capacitiy Management, IT Service Continuity Management, Service Level Management. Service Delivery ini merupakan tactical proses artinya untuk mendukung bisnis dari sisi IT Service Management dalam jangka panjang bukan untuk operasional yang dilakukan setiap hari. 

Contohnya dalam bagian IT Service Continuity Management, misalnya dilakukannya service level agreement (SLA), melakukan Risk Management berfungsi untuk mengetahui dan dapat mengidentifikasi bentuk resiko, menentukan tingkat resiko yang akan terjadi, untuk mengetahui asset mana saja yang mempunyai resiko, dsbnya. ITIL memberikan dasar dan konsep IT sebagai bagian dari service ke customer atau user, bagaimana proses yang baik antara satu entity dengan entity lainnya.

                                            Gambar 1. Framework IT Infrastruktur Library


ITIL meliputi delapan kumpulan, yaitu service support, service delivery, rencana pengembangan service management, ICT infrastructure management, application management, business perspective, security management, dan software asset management.

Dua di antaranya, yaitu service support dan service delivery merupakan area utama, yang disebut juga IT Service Management (ITSM). Secara bersama-sama, dua area ini mengandung beberapa disiplin yang bertanggung jawab untuk penentuan dan manajemen pelayanan Teknologi Informasi (TI) yang efektif.

Tujuan dari IT Infrastructure Library adalah memfasilitasi dalam meningkatkan kualitas manajemen layanan IT, Meningkatkan efisiensi, Meningkatkan keefektifan, Memperkecil resiko, Memberikan kode praktek untuk mendukung kualitas total. 

IT Infrastructure Library bekerja dengan: Menyediakan buku panduan strategis, bertaktik dan manajemen operasional infrastruktur IT, Menyediakan pendekatan sistematis, pendekatan berbasis proses, didukung oleh prosedur, Menyarankan strategi-strategi implementasi, Berperan sebagai pelatihan pertolongan. Azas dari IT Infrastructure Library adalah Segala sesuatu yang prosesnya perlu diwujudkan dalam organisasi untuk manajemen dan operasi infrastruktur IT untuk menaikkan ketentuan layanan optimal untuk pelanggan dengan biaya yang adil.


2.3 Sebutkan Tujuan dari ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan.

Sumber :

Minggu, 31 Maret 2019

My Daily Routine and My Experience


Marvelous City
November, 2018 my brother and I went to Malang for vacation. We’ve been there for 2 days. There are two kind of places we were going to nature and culinary in Malang. We were taking time at the evening from Jakarta and arrived in Malang at the morning. We was picked up by my brother’s friend who is a student in Malang and heading directly to the legend restaurant in Malang. The legend restaurant is bakso presiden. Location of bakso presiden makes it has been being well-known that its location nearby  the edge of the railroad tracks.
            After we already have eaten bakso presiden, we went to Alun-Alun Kota Malang for tasting ice which existed since colonial era where placed in Toko Oen. There are various flavor for that ice. Chocolate,strawberry and vanilla. The thing that makes Toko Oen being legendary is the flavor. We took a rest in Alun – Alun Kota Malang and Taman Hutan Kota also took some pictures for documention.  When the night came, we ate spicy claw that located in jalan Jakarta which is started open at 10.00 pm, but the queue too crowded. When I ate , the taste was very spicy and the menu are claw, wings and fried food that we called here gorengan.
            At the late night we prepared to see the sunrise in Bromo and climbed Bromo Mountain. At 00.00 am we went to Malang for heading to point of sun getting rise at the second place we climbed. The situation at the point place was so cold, and at 05.00 am we saw the sunrise above the beautiful cloud. After that, we went to padang savanna, pasir berbisik, the crater of Bromo and teletubbies hill.  At 01.00 pm, we were heading to Malang and preparing to go back to Jakarta at the evening.

Hello everyone
My name is Panji Setya Prawira, and I wanna tell you about my daily activities. Everyday, I wake up at 04.30 AM. when I still feel sleepy, I walk around my house. Also, I do some physical movements to stretch my body. after that I pray.  Then, I prepare to work. 06.00 AM  I wash my face, brush my teeth, then have a shower. Finally, I eat breakfast after wearing my work uniform. 07.00 AM at my office I must join the ceremony. Then 08.00 AM until 12.00 AM I do some activity at my office. Then 12.00 AM until 01.00 PM I pray, at take lunch. And after that I back to work again.
The office finishes at 14.00 PM. After that, I go to search another food around my office. Then I eat until 03.00 PM. Then I go home and I change my uniform then have movie time. I like scary movie like insidious, the conjunrng and anyelse. I usually help parents to clean my home. Then I go to collage at 05.00 pm and finishes at 07.00 pm then I go to coffee shop, meet my friend’s and take a chill time’s. At the end, I go to home at 09.00 PM. then I go pray and sleep at 10.00PM.

Selasa, 19 Maret 2019

Tugas 1 Management Layanan Sistem Informasi



1.1 .Jelaskan tentang Pengertian management Layanan Sistem Informasi dan berikan Contoh nya !
ITSM (Information Technology Service Management, Manajemen Layanan Teknologi Informasi) adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. ITSM merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah ITSM tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa inipun tidak jelas kapan dimulainya.

ITSM berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti TQM, Six Sigma, Business Process Management, dan CMMI). Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan TI dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.

ITSM umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan perangkat lunak komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.

Sesuai dengan fungsi ini, ITSM sering dianggap sebagai analogi disiplin ERP pada TI, walaupun sejarahnya yang berakar pada operasi TI dapat membatasi penerapannya pada aktivitas utama TI lainnya seperti manajemen portfolio TI dan rekayasa perangkat lunak.

Kerangka kerja (framework) yang dianggap dapat memberikan contoh penerapan ITSM di antaranya:

  1. Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
  2. Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)
  3. Software Maintenance Maturity Model
  4. PRM-IT IBM’s Process Reference Model for IT
  5. Application Services Library (ASL)
  6. Business Information Services Library (BISL)
  7. Microsoft Operations Framework (MOF)
  8. eSourcing Capability Model for Service Providers (eSCM-SP) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management.


1.2. sebutkan dan jelaskan metode yang digunakan dalam menggunakan Management Layanan Sistem Informasi dan berikan contohnya !

Metode yang digunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi


1. Total Quality Management (TQM)
TQM adalah strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi.


2. Six Sigma
Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami system produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya.


3. Bisiness Process Management (BPM)
BPM adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, flesibilitas dan integrase dengan teknologi.


4. Capability Maturity Model Integration (CMMI)
CMMI adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsur-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditunjukan untuk berbagai bidang yang berbeda.

Contohnya :

Six Sigma merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances) sekaligus mengurangi cacat (produk/jasa yang diluar spesifikasi) dengan menggunakan statistik dan problem solving tools secara intensif.

Secara harfiah, Six Sigma (6σ) adalah suatu besaran yang bisa kita terjemahkan secara gampang sebagai sebuah proses yang memiliki kemungkinan cacat (defects opportunity) sebanyak 3.4 buah dalam satu juta produk/jasa. Ada banyak kontroversi di sekitar penurunan angka Six Sigma menjadi 3.4 dpmo (defects per mil l ion opportunities). Six Sigma sebagai metrics merupakan sebuah referensi untuk mencapai suatu keadaan yang nyaris bebas cacat. Dalam perkembangannya, 6σ bukan hanya sebuah metrics, namun telah berkembang menjadi sebuah metodologi dan bahkan strategi bisnis.


Penyalahgunaan Kupon

Masalah:

Sebuah perusahaan ritel menemukan bahwa gross margin di salah satu departemennya lebih rendah dari yang diharapkan.

Analisa Six Sigma:

Penyalahgunaan kupon adalah sumber masalahnya. Ditemukan bahwa pelanggan dapat menggunakan sebanyak mungkin kupon yang mereka punya untuk pembelian satu barang dalam satu transaksi. Menanggapi ini, perusahaan menetapkan batasan penggunaan kupon dalam transaksi dan jumlah produk, yang menghasilkan penurunan penyalahgunaan kupon sebanyak 45%.

Total Keuntungan Pertahun: US$ 1,1 juta.

1.3. Sebutkan dan jelaskan kerangka kerja atau framework Management Layanan Sistem Informasi dan berikan contohnya!


1. Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.






2. Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
3. Software Maintenance Maturity Model
4. PRM-IT  IBM’s Process Reference Model for IT
5. Application Services Library (ASL)
Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.


6. Business Information Services Library (BISL)
BiSL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. [1] BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir)
7. Microsoft Operations Framework (MOF)






Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 adalah serangkaian panduan yang bertujuan membantu teknologi informasi (TI) profesional menetapkan dan menerapkan layanan yang handal dan hemat biaya.
8. eSourcing Capability Model  for Service Providers (Escm-sp) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing ManagementeSourcing Capability Model  for Service Providers (eSCM-SP) adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc di Carnegie Mellon University. eSCM-SP adalah “praktek terbaik” model kemampuan dengan tiga tujuan :
·   Untuk memberikan penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka di seluruh sourcing siklus hidup
·    Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif mengevaluasi kemampuan penyedia layanan
·    Untuk menawarkan penyedia layanan standar untuk digunakan saat membedakan diri dari pesaing.


Sumber :
http://articleren.blogspot.com/2018/05/12-sebutkan-dan-jelaskan-metode-yang.html
http://www.tersesyad.id/2017/04/manajemen-layanan-sistem-informasi.html

Minggu, 20 Januari 2019

Tugas 1 Audit Teknologi Sistem Informasi


Nama : Panji Setya Prawira
Kelas : 5KA44
Npm : 1B118726

1.      Jelaskan jenis-jenis Audit ?
a.       Audit Internal adalah pegawai dari perusahaan yang diaudit, auditor ini melibatkan diri dalam suatu kegiatan penilaian independen dalam lingkungan perusahaan sebagai suatu bentuk jasa bagi perusahaaan. Fungsi dasar dari Internal Audit adalah suatu penilaian, yang dilakukan oleh pegawai perusahaan yang terlatih mengenai ketelitian, dapat dipercayainya, efisiensi, dan kegunaan catatan-catatan (akutansi) perusahaan, serta pengendalian intern yang terdapat dalam perusahaan. Tujuannya adalah untuk membantu pimpinan perusahaan (manajemen) dalam melaksanakan tanggungjawabnya dengan memberikan analisa, penilaian, saran, dan komentar mengenai kegiatan yang di audit. Untuk mencapai tujuan tersebut, internal auditor melakukan kegiatan–kegiatan berikut:
·         Menelaah dan menilai kebaikan, memadai tidaknya dan penerapan sistem pengendalian manajemen, struktur pengendalian intern, dan pengendalian operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang tidak terlalu mahal.
·         Memastikan ketaatan terhadap kebijakan, rencana dan prosedurprosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen.
·         Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian, kecurangan dan penyalahgunaan.
·         Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam organisasi dapat dipercaya.
·         Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh manajemen.
·         Menyarankan perbaikan-perbaikan operasional dalam rangka meningkatkan efisensi dan efektifitas
b.      Audit Sistem Informasi adalah dapat dilakukan dengan berbagai macam tahap-tahap. Tahap-tahap audit terdiri dari 5 tahap sebagai berikut :
·         Tahap pemeriksaan pendahuluan.
Sebelum auditor menentukan sifat dan luas pengujian yang harus dilakukan, auditor harus memahami bisnis auditi (kebijakan, struktur organisasi, dan praktik yang dilakukan). Setelah itu, analisis risiko audit merupakan bagian yang sangat penting. Ini meliputi review atas pengendalian intern. Dalam tahap ini, auditor juga mengidentifikasi aplikasi yang penting dan berusaha untuk memahami pengendalian terhadap transaksi yang diproses oleh aplikasi tersebut. pada tahap ini pula auditor dapat memutuskan apakah audit dapat diteruskan atau mengundurkan diri dari penugasan audit.
·         Tahap pemeriksaan rinci.
Pada tahap ini auditnya berupaya mendapatkan informasi lebih mendalam untuk memahami pengendalian yang diterapkan dalam sistem komputer klien. Auditor harus dapat memperkirakan bahwa hasil audit pada akhirnya harus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai apakah struktur pengendalian intern yang diterapkan dapat dipercaya atau tidak. Kuat atau tidaknya pengendalian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor dalam menentukan langkah selanjutnya.
·         Tahap pengujian kesesuaian.
Dalam tahap ini, dilakukan pemeriksaan secara terinci saldo akun dan transaksi. Informasi yang digunakan berada dalam file data yang biasanya harus diambil menggunakan software CAATTs. Pendekatan basis data menggunakan CAATTs dan pengujian substantif untuk memeriksa integritas data. Dengan kata lain, CAATTs digunakan untuk mengambil data untuk mengetahui integritas dan keandalan data itu sendiri.
·         Tahap pengujian kebenaran bukti.
Tujuan pada tahap pengujian kebenaran bukti adalah untuk mendapatkan bukti yang cukup kompeten,. Pada tahap ini, pengujian yang dilakukan adalah (Davis at.all. 1981) :
Ø  Mengidentifikasi kesalahan dalam pemrosesan data
Ø  Menilai kualitas data
Ø  Mengidentifikasi ketidakkonsistenan data
Ø  Membandingkan data dengan perhitungan fisik
Ø  Konfirmasi data dengan sumber-sumber dari luar perusahaan.
·         Tahap penilaian secara umum atas hasil pengujian.
Pada tahap ini auditor diharapkan telah dapat memberikan penilaian apakah bukti yang diperoleh dapat atau tidak mendukung informasi yang diaudit. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor untuk menyiapkan pendapatanya dalam laporan auditan. Auditor harus mengintegrasikan hasil proses dalam pendekatan audit yang diterapkan audit yang diterapkan. Audit meliputi struktur pengendalian intern yang diterapkan perusahaan, yang mencakup :
·         pengendalian umum
·         pengendalian aplikasi, yang terdiri dari :
Ø  pengendalian secara manual
Ø  pengendalian terhadap output sistem informasi, dan
Ø  pengendalian yang sudah diprogram.

c.       Audit Kecurangan adalah upaya untuk mendeteksi dan mencegah kecurangan dalam transaksi-transaksi komersial. Untuk dapat melakukan audit kecurangan terhadap pembukuan dan transaksi komersial memerlukan gabungan dua keterampilan, yaitu sebagai auditor yang terlatih dan kriminal investigator.
d.      Audit Eksternal adalah Auditor eksternal merupakan pihak luar yang bukan merupakan karyawan perusahaan, berkedudukan independen dan tidak memihak baik terhadap auditee (pengguna laporan) maupun terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan auditee
e.       Audit Keuangan adalah Audit Laporan Keuangan (Financial Audit) Audit laporan keuangan bertujuan untuk menentukan apakah laporan   keuangan   secara   keseluruhan   telah   disajikan   sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu yang ditetapkan. Kriteria tersebut adalah prinsip akuntansi yang berlaku umum.


Sumber :